TRYPOPHOBIA
Beberapa orang sangat ketakutan pada
ular atau laba-laba, sehingga berhadapan dengan makhluk-makhluk ini akan
membuat mereka berkeringat dingin dan jantung berdegup kencang. Tapi bagi
beberapa orang, justru gelembung busa sabun, sarang lebah, hingga lubang-lubang
kecil di spons cuci piringlah yang memicu reaksi panik dalam diri mereka.
Ketakutan terhadap lubang-lubang kecil tak beraturan ini disebut dengan
trypophobia. Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu trypophobia, simak
selengkapnya berikut ini.
Apa itu trypophobia?
Trypophobia adalah jenis fobia terhadap
bentuk lubang-lubang yang diciptakan oleh alam atau bentuk melingkar seperti
gelembung. Rasa takut ini mencakup lubang atau gelembung berkerumun di kulit,
daging, kayu, tumbuhan, karang, spons, jamur, biji-biji kering dan sarang
lebah.
Merinding lihat gambar ini?
Mungkin
Anda punya trypophobia.
Reaksi terhadap pola berlubang ini
sangat kuat. Melihat gerombolan gelembung atau lingkaran bisa membuat orang
yang memiliki trypophobia merasa kulit mereka berkeringat dingin, merinding,
bergidik, gatal, terasa sakit atau nyeri nyata, bahkan bisa hingga mual dan
muntah karena mereka menganggap apa yang mereka lihat benar-benar menjijikan.
Apa yang jadi penyebab
trypophobia?
Beberapa dari orang-orang ini berpikir
bahwa ada sesuatu yang berbahaya mungkin mengintai di dalam lubang itu, dan
beberapa di antaranya takut bahwa karena merasa akan jatuh ke dalam lubang. Trypophobia
dalam beberapa kasus yang parah bahkan bisa memicu serangan panik.
Apa penyebab
trypophobia?
Fobia adalah gangguan kecemasan yang
biasanya timbul karena dipelajari atau pengalaman (gigitan anjing dapat
menyebabkan rasa takut pada anjing) atau karena mekanisme evolusi bawaan,
seperti yang mungkin mendasari ketakutan akan laba-laba dan ular (karena mereka
adalah makhluk berbahaya). Biasanya, ada ancaman, spesifik atau umum, nyata
atau dibayangkan yang mendasari sebuah fobia.
Dalam
kasus trypophobia, tidak ada ancaman yang jelas, dan pola visual yang
menyebabkan fobia bisa sangat acak antara satu sama lain. Meski begitu,
beberapa ilmuwan menduga bahwa reaksi ekstrem terhadap bentuk bundar acak
timbul karena pola tersebut menyerupai bintik atau lingkaran yang ditemukan
pada hewan beracun, termasuk ular dan gurita berkepala biru. Lantas, apa
sebenarnya yang jadi penyebab trypophobia?
Busa
sabun juga bisa menjadi pemicu trypophobia
Ada beberapa teori di balik penyebab
trypophobia. Dalam sebuah makalah, Paul Hibbard dan Arnold J Wilkins menduga
bahwa rasa jijik atau ketakutan yang timbul setelah melihat gambar lingkaran
acak ini terjadi karena insting memerintahkan mereka sebisa mungkin menghindari
berlama-lama memandangi gambar aneh tersebut. Kedua periset ini berpendapat
bahwa otak yang kewalahan mengamati susunan bentuk yang acak dan kontras akan
meminta asupan oksigen yang lebih banyak untuk dapat memproses informasi.
Otak menggunakan sekitar 20% energi
tubuh, dan penggunaan energinya perlu dijaga seminimal mungkin. Asupan oksigen
yang berlebihan dapat membuat gelombang otak jadi kacau, sehingga saraf-saraf
otak Anda pun tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya Anda malah akan
merasakan sakit kepala, mual, pusing, dan cemas. Nah, trypophobia bekerja mirip
pertahanan diri otomatis agar Anda tidak mengalami hal-hal ini. Otak
mengasosiasikan lubang-lubang ini dengan bahaya.
Penyebab trypophobia mungkin didasari
ketakutan akan tertular penyakit Temuan di atas kemudian diperkuat oleh sebuah
studi studi kolaborasi antara Tom Kupfer, seorang peneliti pascasarjana di
bidang psikologi di University of Kent di Inggris, dan rekan penulisnya An
Trong Dinh Le, yang merupakan doktorat psikologi di University of Essex.
Mereka melaporkan bahwa kecemasan atau kepanikan
instens setelah melihat gelembung busa sabun atau lubang-lubang kecil di spons
cuci piring mungkin terkait dengan ketakutan akan terinfeksi parasit dan
penyakit menular. Memang, banyak penyakit menular yang menghasilkan gerombolan
bintil, bentol, atau beruntusan berbentuk bulat acak pada kulit — misalnya saja
cacar, campak, rubella, demam scarlet, serta infeksi parasit seperti tungau dan
kutu.
Kebanyakan orang telah mampu
menyesuaikan diri untuk dapat mengenali bahwa tidak ada bahaya nyata dari pola
lingkaran acak ini, tapi untuk trypophobe — sebutan untuk orang-orang yang
punya trypophobia — rasa takut, jijik, dan panik adalah reaksi refleks tanpa
sadar yang tidak dapat mereka kontrol.
Sumber . Ajeng
Quamila. 2017. Merinding Jijik Melihat Foto Ini? Mungkin Anda Mengidap
Trypophobia. (Online), Artikel, (https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/apa-penyebab-trypophobia/,
diakses 15 April 2018).
Arif Abdurohman


Tidak ada komentar