Kamu Merasa Galau Jika Jauh dari Gadget? Waspada NOMOPHOBIA
Di luar negeri sudah
banyak penelitian mengenai nomophobia. Yang paling banyak dikutip adalah
penelitian oleh securenvoy, sebuah perusahaan IT di Inggris. Menurut penelitian
mereka, dari 1.000 responden yang menjawab polling mereka, sekitar 66 persen
memiliki rasa takut kehilangan atau terpisah dari ponsel mereka. Sementara lebih
dari 41 persen memiliki lebih dari satu smartphone. Hal ini memprihatinkan,
karena beberapa tahun yang lalu, survey serupa menyatakan bahwa hanya 53 persen
responden yang takut kehilangan gadget mereka, sekarang angka itu naik ke 66
persen. Survei yang tak kalah menarik dilakukan oleh Chicago Tribune, di
Amerika Serikat, dimana lebih dari 40 persen responden menyatakan 'lebih baik
tidak gosok gigi selama seminggu daripada pergi tanpa smartphone'.
Apakah kamu termasuk
Nomophobia?
Yuk kenali gejalanya. Gejala
nomophobia diderita oleh seseorang yang merasa tidak nyaman ketika berada jauh
dari smartphone. Jika satu detik saja kamu tidak memegang smartphone maka kamu
merasa sangat tertekan, cemas, gelisah, khawatir, bingung, dan
kegalauanmu jauh dari smartphone sudah mulai mengganggu kesehatan mental
seseorang dan kesejahteraan psikologis, Maka bisa jadi kamu terindikasi mengalami
kondisi yang disebut dengan Nomophobia
(no
mobile phone phobia). Rasanya, tiada hari terlewatkan tanpa menggenggam
handphone atau smartphone.
Salah satu tanda
nomophobia yaitu kamu akan merasa sangat cemas atau panik ketika baterai ponsel
habis. Orang yang nomophobia akan terus menyalakan ponselnya sepanjang hari,
sebentar-sebentar memeriksa ponsel, terus melakukan pengisian baterai, dan
membawa ponsel itu ke mana pun, bahkan ketika ke kamar mandi. Berikut
adalah 8 gejala nomophobia:
1. Kamu seperti mendapatkan serangan
panik ketika lupa atau salah meletakkan handphone. Atau bahkan merasa depresi ketika
kehilangan ponsel. Tapi sebaliknya, kamu merasa seperti berada di surga saat
handphone berhasil ditemukan.
2. Kamu harus mengklik segala sesuatu
atau memperbarui status yang terjadi dalam hidupmu.
3. Selain selalu memperbarui status,
kamu selalu mengunduh aplikasi baru seperti foto, games, musik, dan film dari
handphone. Semua apa yang kamu butuhkan
untuk bertahan hidup dari kejenuhan.
4. Sering membawa ponsel ketika di
toilet. Ini merupakan salah satu dari 8 tanda kecanduanhandphone yang sering
dilakukan saat ini. Membaca dan browsing hal-hal lain melalui ponsel. Merasa
lebih nyaman ketika browsing di toilet.
5. Kamu harus mendengarkan musik saat
berada di kamar mandi atau saat mandi sehingga kamu merasa harus membawa handphone
masuk kamar mandi.
6. Sementara di sebuah tempat makan atau
apapun ketika bertemu orang yang kamu kenal, kamu lebih banyak melihat
handphone daripada bertegur sapa atau mengobrol dengan orang tersebut.
7. Percakapan dengan anggota keluarga
terutama dengan orang tua, sekarang banyak dilakukan melalui ponsel seperti
pada whatsapp dan pesan teks.
8. Bila baterai ponsel di ambang sekarat
kamu sangat kewalahan dan berusaha keras mencari colokan listrik agar bisa
mengisi baterai.
Efek
Nomophobia
Sejumlah dampak negatif
yang ditimbulkan dari nomophobia diantaranya adalah dapat mengganggu interaksi
sosial, menimbulkan gangguan-gangguan perilaku dan perasaan-perasaan buruk
tentang diri, permasalahan-permasalahan finansial, menimbulkan patologis
fisik-psikologis seperti kerusakan-kerusakan daerah tertentu yang terkait (disebabkan)
radiasi elektromagetik, kecelakaan-kecelakaan kendaraan dan distress teknologi.
Para ahli yang tergabung dalam The Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorder edisi V (DSM-V) Anxiety Work Group merekomendasikan Nomophobia untuk
dimasukan dalam DSM-V kategori phobia spesifik, bersama-sama dengan
blood/injection/injury phobia (B-I-I), animal phobia, natural environmental
phobia, situational phobia. Inilah Phobia modern abad 21, sebuah ketakutan yang
tidak masuk akal ketika seseorang tidak ‘menemukan’ ‘bersentuhan’ ponselnya
atau tidak dapat berkomunikasi dengan menggunakan ponselnya.
Menghindari
dan Mengobati Nomophobia
Apa yang harus kita
lakukan untuk terhidar dari nomophobia? Salah satu yang dapat kamu dilakukan
adalah disiplin dengan gadget. Kita seyogyanya konsisten dalam mengatur intensitas
pemakaian gadget, membiasakan waktu tertentu dimana pertemuan keluarga
'disterilkan' sama sekali dari gadget, supaya ada diskusi keluarga yang hangat
dan bermakna. Gadget adalah buatan manusia, sehingga jangan sampai kita
diperbudak dan terlena olehnya. Kemudian, salah satu aktivitas yang dapat
mengurangi nomophobia adalah mengintensifkan kegiatan outdoor, seperti rekreasi
alam, dan olahraga secara teratur. Satu hal yang tak kalah penting, sebagai
orang yang beragama, maka mengintensifkan ibadah dan terlibat secara intens
pada kegiatan keagamaan untuk mengurangi tendensi anti sosial yang timbul dari
nomophobia. Jika ketergantungan sudah parah dan mengganggu, jangan ragu-ragu
untuk segera konsultasi dengan ahlinya, dalam hal ini psikolog maupun psikiater.
Mereka dapat memberikan konseling dan terapi untuk mengurangi ketergantungan
terhadap gadget.
14 April 2018. By : Khoirinnisa

Tidak ada komentar