//

Kerja Berakhir Tragis

Share:

Dalam perkembangan kemajuan dunia saat ini kemajuan IPTEK dan perkembangan  perekonomian dunia sangatlah pesat. Dengan adanya tenaga kerja asing yang mulai masuk ke negara Indonesia membuat orang pribumi sendiri makin tergerus dan yang tak mampu bersaing akan tereliminasi dengan sendiinya. Namun, pada kenyataannya untuk membuat sebuah lapangan kerja juga tidak mudah. Beberapa tempo hari telah menerima kabar bahwa tenaga asing mulai masuk yang perharinya mencapai 30 orang yang pastinya akan membuat miris orang-orang pribumi ini juga berdampak pada situasi industri organisasi yang mana terdapat pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran. Ya untuk intermezo saja yaa.

Selanjutnya pada curhatan seorang karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja bukan karena telah habisnya masa kontrak tetapi berbagai macam alasan perusahaan untuk memangkas karyawannya sendiri. Berikut adalah sebuah kesaksian diri dari narasumber yang kebetulan juga terkena imbas dari phk perusahaan tempat ia bekerja. Dia bernama AL ( samaran ) beliau seorang karyawan dari pada sebuah pelayanan transportasi logistik di daerah Magelang umur 25th.

Pada suatu hari beliau sempat bercerita beliau mengatakan dan bahkan berucap memakai sumpah serapah dengan nada emosi negatif yang tinggi. Berikut cerita dari beliau.

Dengan berbagai bekal saat sebelum bekerja telah AL persiapkan hingga ketika bekerja tanpa kendala dan secara teknis tak ada kendala. Setelah bekerja cukup lama sekitar setengah tahun barulah terasa dalam pekerjaannya ada tekanan terus bahwa setiap karyawan wajib mengantarkan barang tepat pada waktunya. Pikir AL tidak masalah asalkan sesuai dengan imbalannya namun pada suat ketika terlihat sebuah kejanggalan-kejanggalan yang mana ongkos kirim selalu menurun setiap harinya. Curiga seribu curiga AL menyelidiki kasus ini dengan tanya dengan rekan kerjanya dan benar saja tidak semua yang terkena kecurangan dalam pesangon perjalanan.

 AL yang sejatinya mencari uang demi berlangsungnya kehidupan AL langsung terbungkam setelah mengetahui bahwa jatah yang selama ini terpotong ternyata untuk keperluan pribadi atasannya lalu dengan mengetahui hal tersebut AL melaporkan kejadian itu namun apa yang terjadi, AL dan rekannya malah di berhentikan dari pekerjaannya sebagai karyawan sebuah tekanan  yang terus berlangsung bagi AL seperti dikambinghitamkan dalam perusahaan itu dengan hati yang lapang saatnya AL lepas dari perusahaannnya tentu dengan berbagai rasa berkecamuk, AL tidak bekerja lagi di perusahaan itu hari itu dan seterusnya.

Saya masih ingat betul bertemu dengan AL ketika launchingnya   trayek baru dari PO Ramayana saat itu saya datang ke garasi untuk menemui manajemen PO tersebut dan saya bertemu dengannya di sebuah tempat di Blondo yang tentu saja tidak jauh dengan garasi PO Ramayana yang disaat itu AL mencuci kendaraannya. Kami pun salng berbincang bincang ngalor ngidul dari mulai keluar rumah sampai masuk rumah apapun itu menjadi bahan perbincangan cerita tentang masa lalu pun tak luput dari bahan perbincangan kali ini.

Dengan berbagai masalah yang sedang AL hadapi sayapun mengambil sebuah tindakan menenangkan dan menata pikiran AL yang sedang berantakan karena dalam menghadapi sebuah permasalahan pasti tentu saja hati pikiran harus tenang ibarat hati pikiran seperti elemen yin dan yang. Namun, saat itu saking kalutnya dengan keadaan AL belum bisa untuk langsung fokus terhadap penanganan pertama yang saya berikan tapi masih banyak cara lain yang akan saya berikan.

Langkah kedua yang saya lakukan adalah mengorek informasi masa lampau saat AL di titik awal kesenangan lalu mencoba menggantikan titik kesedihan saat ini. Bisa di katakan ini adalah metode psikoanalisis tapi saya tidak menghirau kan hal itu asalkan dapat yasudah it’s done.

Dengan hati-hati, terus mencoba mengalihkan kondisi sedih AL untuk menjadi kondisi yang bahagia dan senang setidaknya dapat berguna untuk saat itu. Saat akan saling berpisah satu kalimat yang mewakili sebuah konsekuensi dan prinsip hidup untuk bahagia, yaitu:


Gunakan caraku dan cobalah untuk terus berpikir positif. Hindari melamun dan terus jalin persahabatan, keluarga dan selebihnya teruslah bergerak kearah positif. Semangat.!”

Tidak ada komentar

Omah Psikologi

Halaman

Entri Populer