//

SIAPAKAH SAHABATKU YANG SESUNGGUHNYA? Sahabatku bukan temanku tetapi Sahabat tetanggaku

Share:

CURHAT: SIAPAKAH SAHABATKU YANG SESUNGGUHNYA?


Author: ZTsamarah
Publicated: 14 04 18

Saya  mempunyai sahabat di SMA berjumlah tiga orang. Hingga sekarang hanya satu orang yang masih dekat dengan saya. Satu orang sahabat SMA saya sudah seperti saudara saya, kami selalu pergi, makan, belajar, bermain, dan bertukar cerita bersama. 

Namun, setelah lulus SMA, kami tidak sedekat ketika masa SMA dikarenakan lokasi pengabdian masyarakat kami berbeda. Tetapi kami berdua tetap menjalin komunikasi, herannya, dia berubah, dia selalu ingin dimengerti, tanpa ingin mengerti dan memahami saya. Saya selalu ada untuk dia ketika dia suka maupun duka, namun  sebaliknya dengan dia , ketika saya membutuhkannya, dia tidak ada atau ada namun kurang merespons. 

Saya pernah bercerita panjang lebar setelah sekian lama kami tidak bertemu akibat jarak, dia hanya berfokus pada gadget saja selama saya bercerita. Saya sudah berusaha agar tetap tenang agar tidak terlalu memikirkannya, namun bagaimana yang harus saya lakukan apabila dia datang kepada saya saat sedang membutuhkan saja/hanya ketika sedang mendapat masalah? Sebenarnya dia sahabatku atau bukan? Apakah seseorang seperti dia masih pantas untuk saya anggap sahabat?

Gambaran: perempuan, 18 tahun, pelajar

Hay kamu, terima kasih telah percaya kepada saya untuk bercerita tentang pengalamanmu. Sebelumnya, apakah kamu telah mengetahui atau mempunyai karakteristik seseorang yang layak kamu jadikan sahabat? Jika belum, Pertama, kamu perlu mendefinisikan tipe seperti apa seseorang teman yang ingin kamu jadikan sahabat. Jika kamu telah mempunyai karakteristik yang pantas kamu jadikan sahabat, maka kamu akan mengetahui dari hasil evaluasi selama perjalanan persahabatan kalian.

Secara umum, sahabat adalah teman yang paling mengerti, memahami, menerima kondisi kita apa adanya, selalu ada saat senang maupun sedih, ikhlas, tanpa pamrih, dan tidak menuntut yang lebih dari kita. Jika dia tidak seperti definisi sahabat di atas, kamu perlu koreksi dahulu sebenarnya mengapa dia bersikap tidak seperti ketika masa SMA? 
Sebaiknya, jangan terlalu tergesa-gesa untuk memutuskan tidak bersahabat lagi dengannya. Cobalah untuk perlahan memperbaiki hubungan persahabatan kalian, mulailah dengan percakapan chatting (karena kalian tidak satu lokasi pengabdian masyarakat) walau hanya dengan ucapan menanyakan kabar.

Seiring berjalan waktu, kamu akan mengetahui apakah dia telah menjadi seperti criteria dari orang yang pantas kamu jadikan sahabat? Bila pada akhirnya dia bukan termasuk criteria sahabatmu, jangan khawatir, masih banyak orang diluar sana yang belum kamu temukan, kenal, jelajahi, atau bahkan yang diam-diam selama ini memperhatikan, peduli, dan mendukungmu  namun kamu tidak menyadarinya justru ia adalah sosok sahabatmu sesungguhnya. Bagaimana sikapmu ketika dia datang ke kamu ketika membutuhkan saja?

Selama kalian bersahabat sejak SMA, kamu membantunya atas dasar apa?

Renungkanlah, apakah selama ini kamu membantunya hanya karena memiliki ikatan sahabat atau karena ingin berbuat baik kepada semua orang. 


Tidak ada komentar

Omah Psikologi

Halaman

Entri Populer