Misteri Arti Kata Terserah Wanita
Siapa yang belum pernah
berpacaran dijaman sekarang ini? Tentu hampir semua orang pernah berpacaran. Menurut
Degenova & Rice 2005 pacaran adalah menjalankan suatu hubungan di mana dua
orang bertemu dan melakukan serangkaian aktivitas bersama agar dapat mengenal
satu sama lain. Pacaran dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang
sikap dan perilaku pasangan satu sama lain, pasangan dapat belajar bagaimana
cara mempertahankan hubungan dan bagaimana mendiskusikan dan menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang terjadi (Degenova & Rice).
Masalah dalam
berpacaran juga banyak sekali untuk dipahami satu sama lain, contohnya saja
memahami kata-kata yang terlontar dari wanita untuk mengungkapkan isi hatinya.
Saat berpacaran keluar pria memberi kesempatan kepada wanita untuk memilih kemana
mereka berdua akan berjalan-jalan namun wanita kebanyakan menjawab dengan kata
terserah, begitu pula saat diajak makan kebanyakan wanita menjawab dengan
terserah.
Kata terserah tersebut
mengandung arti tersendiri bagi wanita untuk menunjukan keinginan kepada
prianya. Namun pria sukar untuk memahami maksud dari kata terserah tersebut
sehingga mengakibatkan hubungan mereka menjadi masalah juga menimbulkan
pertengkaran yang sebetulnya dapat dihindari.
Kenapa hal tersebut
bisa terjadi?
Secara substansi
bahasanya, kaum hawa berbeda dengan pria yang mengandalkan logika. Gray (2001)
menyatakan bahwa wanita sangat melibatkan perasaan dalam berbagai hal, bahkan
seringkali meluapkan emosional terhadap tekanan yang ada di sekitar. Mereka tak
mampu menahan beban sendirian, butuh teman curhat untuk menceritakan keluhan
yang dihadapi. Meskipun demikian, wanita sangat kompatibel dengan beragam
pekerjaan dan sering disebut multitasking, bisa melakukan beragam pekerjaan
pada waktu yang sama. Sementara itu, pria cenderung mengutamakan ke logika.
Secara naluriah, sisi kepriaannya mendukungnya untuk berbicara terfokus,
langsung, jelas, logis, dan berientasi sasaran setelah banyak berpikir dan
menimbang-nimbang (Gray, 1998). Artinya, secara substansi, pria menggunakan
satu titik fokus untuk menyelesaikan masalah dalam pembicaraannya. Dengan
demikian, jelaslah bahwa muatan bahasa pria dan wanita berbeda.
Berdasarkan teori
tersebut maka dapat disimpulkan jika kata terserah tersebut sudah mewakili apa
yang diinginkan wanita kepada prianya namun pada kenyataan pria belum dapat
menerima apa maksud dari kata terserah tersebut karena pria membutuhkan
kata-kata yang lebih jelas.
Bowo

Tidak ada komentar