Bagaimana Cara Mendidik Anak yang Baik??
Rochmad eko p.
Sering muncul pertanyaan pada diri
kita, bagaimana mendidik Anak kita ya??
Tantangan nomor
satu orang tua adalah membesarkan si kecil dengan cara mendidik anak yang baik
dan benar dan dikehendaki kedua pasangan. Ini karena hal yang diajarkan kepada
anak sejak dini dapat melekat hingga ia dewasa.
Cara Mendidik Anak
Yang Baik dan Pintar
Setiap pasangan
tentu mempunyai cara mendidik yang berbeda terhadap anak. Menurut psikologi,,
orang tua mempunyai tiga gaya pola asuh. Manakah yang menjadi gaya pola asuh kalian
?
Otoriter : Ini
adalah gaya yang sangat ketat. Orang tua menetapkan aturan dengan harapan
anak-anaknya dapat mengikuti aturan tersebut. Jika tidak mengikuti aturan,
anak-anak biasanya akan mendapat hukuman.
Orang tua yang
mengikuti gaya ini biasanya tidak berdebat atau membicarakannya terlebih dahulu
dengan si kecil. Anak-anak akan ditarik dan mungkin tidak dapat berpikir untuk
diri mereka sendiri. Ini karena mereka tidak pernah diberi kesempatan berbicara
dan mengeluarkan pendapatnya.
Jika ini adalah
gaya pola asuh anda, coba ajak si kecil untuk dapat mengeluarkan ide-ide dan
pendapat. Jika si kecil tidak memahami kenapa mereka harus disiplin, coba
jelaskan apa alasan anda menetapkan peraturan tersebut.
Demokratis : Gaya
pengasuhan seperti ini menetapkan aturan dan pedoman untuk anak-anak mereka,
tapi tidak otoriter. Orang tua jauh lebih terbuka untuk mendengarkan perkataan
anak dan memahami kebutuhan mereka. Jika melanggar aturan, anak-anak akan
ditegur dengan cara halus dan tidak menggunakan kekerasan.
Meski memantau dan
mengawasi perilaku anak-anak, orang tua tidak akan ikut campur dalam kehidupan
anak misalnya ketika mencari teman. Orang tua baru akan ambil langkah jika
merasa anak dalam keadaan bahaya. Pola ini dianggap sebagai gaya pengasuhan
paling ideal dan paling umum dilakukan.
Serba membolehkan :
Anak-anak yang dibesarkan dalam gaya permisif akan menunjukkan kecenderungan
manja dan mengganggu. Anak juga akan cenderung berperilaku buruk jika tidak
mendapatkan apa yang diinginkan. Ini karena orang tua dengan tipe seperti ini
tidak menetapkan batasan atau peraturan.
Meski ada
peraturan, anak biasanya akan melanggar. Jika ini menjadi gaya pola asuh, buat
peraturan yang harus dipatuhi anak dan jangan menyerah. Sesekali orang tua bisa
memberikan hadiah kepada anak jika ia berperilaku baik. Hal ini bagus untuk
masa depan anak ketika menghadapi “dunia nyata” ketika tidak semua orang dapat
memperlakukan dia seperti orang tua asli.

Tidak ada komentar