Autisme pada Anak dapat dikenali melalui 10 tanda ini
Tepat 12 hari yang lalu, Senin (2/4/18),
seluruh masyarakat di dunia memperingati World Autism Awareness Day. Momen yang
tepat untuk meningkatkan kesadaran, memberi perhatian, dan mencurahkan kasih
sayang kepada teman maupun saudara yang dengan gangguan autis.
Terlepas dari apapun, orang tua harus
ekstra hati-hati dan mengawasi perkembangan anak. Secara global, jumlah kasus
autisme terus meningkat. Statistik menunjukkan, satu dari lima puluh anak
didiagnosis autisme sebelum delapa tahun. Menurut American Academy of
Pediatrics, gejala dini autisme sudah diketahui sejak usia 18 bulan.
Menurut dr. Karin
Wiradarma, autisme merupakan suatu kelompok kelainan pada anak yang terdiri
dari gangguan interaksi sosial, kesulitan dalam komunikasi verbal dan
nonverbal, perilaku repetitif, dan ketertarikan terhadap hal-hal tertentu yang
tidak lazim. Penyebab autisme hingga kini masih abu-abu. Meski demikian, para
pakar telah menyimpulkan beberapa hal yang diduga menjadi penyebab autisme :
1.
Kelainan
genetik dan kromosom.
2.
Infeksi
rubela selama kehamilan.
3.
Usia
ibu saat hamil di atas 40 tahun.
Berikut tanda-tanda anak yang menderita autisme,
menurut American Academy of Pediatrics:
1.
Anak
tidak menoleh ketika dipanggil namanya.
2.
Anak
tidak menoleh ketika ayah dan bundanya memintanya untuk melihat ke arah suatu
benda yang menarik.
3.
Anak
jarang mengoceh atau belum mengoceh setelah usia 12 bulan.
4.
Anak
terlambat tersenyum jika merespon sesuatu.
5.
Anak
belum mengucapkan sepatah katapun settelah 16 bulan.
6.
Anak
belum dapat menyusun dua kata setelah 24 bulan.
7.
Anak
tidak suka menjalin kontak mata dengan orang lain.
8.
Anak
lebih suka benda keras seperti pulpen, senter, daripada boneka, selimut, dan
bantal.
9. Anak
ktampak kurang tertarik dengan interaksi sosial, baik dengan teman sebaya
maupun orang dewasa.
Tidak ada komentar