//

MENGENAL DOWN SYNDROME

Share:
Artikel: MENGENAL DOWN SYNDROME

Tanggal 23 Maret diperingati sebagai Down Syndrome International Day.


Anak cacat mental pada umumnya mempunyai kelainan yang lebih dibandingkan cacat lainnya, terutama intelegensinya. Hampir semua kemampuan kognitif anak  cacat mental mengalami kelainan seperti lambat belajar, kemampuan  mengatasi masalah, kurang dapat mengadakan hubungan sebab akibat,  sehingga penampilan sangat berbeda dengan anak lainnya. Anak cacat mental ditandai dengan lemahnya kontrol motorik, kurang kemampuannya untuk mengadakan koordinasi, tetapi dipihak lain dia masih bisa dilatih untuk mencapai kemampuan sampai ke titik normal. Tanda-tanda lainnya seperti membaca buku ke dekat mata, mulut selalau terbuka untuk memahami sesuatu pengertian memerlukan waktu yang lama, mempunyai kesulitan sensoris, mengalami hambatan berbicara dan perkembangan verbalnya.
Dalam psikologi, gangguan mental atau gangguan psikologis terdiri dari berbagai macam. Gangguan psikologis sering kali didefinisikan sebagai tidak berfungsinya kondisi psikologis seseorang seperti pola berpikir, emosional, atau perilaku. Penyebab gangguan psikologis kebanyakan karena faktor lingkungan sosial, bukan genetik atau bawaan sejak lahir. Berbeda halnya dengan down syndrome, yang disebabkan oleh faktor genetik dan bawaan sejak lahir. Dengan demikian, down syndrome tidak dapat dianggap sebagai suatu gangguan mental. Down syndrome digolongkan sebagai ketidakmampuan dalam intelektual dan perkembangan.

PENJELASAN
Down syndrome atau trisomy 21 adalah kelainan yang menyebabkan penderita mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya (lambat bicara, duduk, dan jalan), kecacatan (bentuk kepala datar, hidung pesek, dll) dan kelemahan fisik (mudah lelah dan sakit) serta memiliki IQ yang relative rendah dibandingkan dengan orang normal pada umumnya (2570). Kelainan ini diakibatkan kromosom  21 berjumlah 3 (pada orang normal 2)(NDSS, 2012).


KARAKTERISTIK
Orang yang mengalami down syndrome memiliki karakteristik yang meliputi:
Y      Bentuk wajah menyerupai mongolian.
Y      Kepala dan telinga kecil.
Y      Leher pendek.
Y      Lidah sering dijulurkan keluar.
Y      Otot yang lemah.
Y      Memiliki IQ rata-rata kurang dari sama dengan 70.

PERKEMBANGAN ANAK DOWN SYNDROME
Y      Sulit memusatkan perhatian.
Y      Perilaku impulsif.
Y      Keterbatasan intelektual.
Y      Perkembangan bahasa terhambat.
Y      Hiper/hipo sensitivitas indera.
Y      Kerentanan saluran pencernaan.

PENYEBAB
Meski belum diketahui pasti penyebab kelainan kromosom 21, para ahli mengatakan terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak terlahir dengan down syndrome, yakni:
Y      Usia saat Hamil.
Anak dengan down syndrome bisa terjadi di berapapun usia saat ibu mengandung, namun risikonya akan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Berikut rasio anak terlahir dengan down syndrome berdasarkan usia ibu hamil:
ü  1:1500 anak berisiko mengalami down syndrome pada Ibu hamil yang berusia 20 tahun.
ü  1: 900 anak berisiko mengalami down syndrome pada Ibu hamil yang berusia 30 tahun.
ü  1 : 100 anak berisiko mengalami down syndrome pada Ibu hamil yang berusia 40 tahun.
Y      Memiliki saudara kandung dengan down syndrome.
Y      Memiliki bayi dengan down syndrome.
Wanita yang pernah melahirkan bayi dengan down syndrome memiliki risiko 1:100 melahirkan dengan kondisi serupa di kehamilan berikutnya.

PERBEDAAN DOWN SYNDROME dengan AUTIS
Down syndrome dan Autis itu sangat berbeda. Down syndrome disebabkan oleh faktor genetik. Orang dengan down syndrome mengalami kelainan kromosom. Hal tersebut membuat orang dengan down syndrome mengalami keterbelakangan mental dan fisik. Sementara autis atau autism spectrum disorders disebabkan oleh banyak faktor. Namun, bukan karena kelainan kromosom.



Sumber:

IDO

Tidak ada komentar

Omah Psikologi

Halaman

Entri Populer