//

CURHAT: TEMANKU SERING REP REPAN

Share:



Assalamualaikum WR.WB.
Bagaimana kabar kalian? Mungkin saat posting blog ini kalian masih berlibur di suatu tempat, ku harap kalian baik-baik saja.
Bravo Psikologi!!
Ini cerita berawal dari Kemarin saat hari ke 3 sesudah hari Raya Idul Ftri 1439H. Saat itu aq berkunjung ke Bandung untuk kerja melayani pelanggan nah sesudah pulang aq sempat bertemu dengan teman lama ku yang bekerja di Bandung saat itu aq menyempatkan untuk ertemu dengannya. Telah lama tidak berjumpa dengan teman SMA ku itu sejak hari kelulusan.
Sampai disana pas hari sudah beranjak Pagi sekitar jam 5 Shubuh, eh dengan segala rasa syukur temanku masih di kontrakan belum berangkat bekerja. Ya biasalah ketika sudah bertemu saling sapa-salam setelah itu aq mulai sarapan bareng di sebuah kedai atau sejenis warung makan kecil di sebuah gang kecil di Cibiru Bandung yang katanya terkenal enak.
Setelah sarapan kita ada ramah tamah lah kaya cerita-cerita begitu deh. Ehh lama-lama mulai agak lebih dalam pembicaraannya yaitu mengenai masalah yang sedang ia hadapi. Lalu, temanku bertanya-tanya ilmu apa saja si yang di dapatkan di Psikologi UMP, terus cara nangani permasalahannya itu kek bagaimana. Nah saat-saat seperti ini nih yang di tunggu-tunggu. Saya terus menjawab pertanya-pertanyaan dari yang omong kosong sampai pertanyaan yang berbobot.
Dengan jawaban yang masuk di akal sehat, temanku lalu merasa tertarik untuk berkonsultasi mengenai permasalahan yang ia hadapi. Sebelumnya mau konsultasi seperti ini itu sebetulnya sangat ragu-ragu dan akan sangat merasa canggung jika bukan teman akrab dulu.
Ternyata teman ku sedang merasa cemas akan kehadiran gangguan-gangguan tidur, dia merasa sangat terganggu dengan apa yang ia rasa kan setiap bangun dari tidurnya. Sempat sampai ingin melakukan hal yang mengarah ke kematian.
Ketika gangguan itu datang temanku merasa sedang di ajak ke alam lain dan jika ia mau untuk di ajak maka dia akan meninggalkan jiwanya dalam arti meninggal dunia juga. Pernyataan seperti itu juga sering di lontarkan oleh budaya jawa yang biasa di sebut Tindihan, Di Rep-repi, maupun erep-erep yang  mitosnya konon jika manusia sedang kambuh hal yang seperti itu maka hanya nyawa taruhannya. Selain itu ketika gangguan itu datang tubuh tidak bisa di gerakan sama sekali jiwa menyadari ( sudah bangun ) tetapi jiwa tidak bisa di gerakan ( mati/masih tertiduk ). Hal ini menyebabkan dampak yang luar biasa seperti merasakan ketakutan yang berlebihan  dan temanku merasakannya dengan intensitas gangguan yang sangat sering.
Lalu apasih penanganannya dalam mengatasi gangguan semacam itu?
nih, dari saya ada sedikit pembahasan tentang gangguan seperti itu.
Sebenarnya ketika kita tertidur, kita akan melewati empat tahapan, yaitu :
1.       Tahap tidur paling ringan, yaitu tahap pertama dimana kita masih dapat mendengar dan berbicara, namun tidak benar-benar sadar atau setengah sadar.
2.       Tahap tidur yang lebih
3.       Tahap tidur paling dalam.
4.       Tahap REM (Rapid Eye Movement), yaitu tahap dimana mimpi terjadi. Pada tahap ini juga otak akan mengistirahatkan otot-otot tubuh.
Dengan kata lain, pada tahap REM otak akan melumpuhkan sementara tubuh kita sehingga kita tidak dapat bergerak ketika sedang bermimpi. Fenomena tersebut disebut REM Atonia.
Gangguan seperti seperti itu ada lo di dunia psikologi namanya gangguang tidur nama kerennya Sleep disorder bagian Sleep Paralysis. Gangguan semacam itu merujuk kepada kelumpuhan tidur atau pada ketidakmampuan bergerak ketika manusia sedang tidur ataupun ketika bangun tidur. Seseorang yang sedang mengalaminya akan merasakan masalah untuk menggerakan badan dan anggota tubuh lainnya seperti tidak bisa mengeluarkan suara, menggerakan jari sekalipun tidak bisa.
Gangguan ini diyakini oleh beberapa para ahli akibat dari terganggunya fase tidur REM yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan otot atau tidak berfungsinya otot lengkap yang menjadikan seseorang tidak dapat bertindak di luar mimpi itu sendiri.  Banyak penelitian ini di sebabkan oleh beberapa obat-obatan, kecemasan, kelelahan dan perubahan pola tidur akut.
Klasifikasi dari gangguan itu itu terbagi menjadi 2, yaitu
1.       ISP (Isolated Sleep Paralysis) atau Kelumpuhan Tidur Terisolasi.
Setidaknya, manusia pasti pernah sekali merasakan ISP seumur. Sleep paralysis jenis ini menyerang terutama saat pemilik tubuh berada dalam posisi telentang. Lamanya hanya sekitar satu hingga beberapa menit, dan bentuk paling parahnya adalah mimpi buruk atau halusinasi ringan.
2.       RISP (Repeated Isolated Sleep Paralysis) atau Kelumpuhan Tidur Terisolasi Berulang.
RISP adalah gangguan lebih serius dari ISP, umumnya berlangsung selama 10 menit hingga berjam-jam. Frekuensinya pun bisa lebih dari sekali dalam semalam. Umumnya, RISP merupakan gejala tambahan dari penderita narkolepsi (gangguan tidur). Bila seseorang sering mengalami sleep paralysis berulang, baiknya lakukan sebuah pemeriksaan tenaga ahli untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
Lalu giimana sih cara mengatasi hal-hal seperti itu ?
Hingga saat ini, belum ada tanggapan pasti mengenai penyebab gangguan ini. Namun beberapa pakar menyatakan bahwa gangguan ini dapat disebabkan karena faktor genetik, namun hal ini pun belum bisa dipastikan juga. Jawaban paling mendekati untuk menjelaskan fenomena ini adalah dengan menemukan alasan mengapa fase REM tidur dapat terganggu, yakni pola tidur tidak teratur, tubuh kelelahan, stress, kelelahan, atau penggunaan obat-obatan tertentu.
Oleh karena itu, aq menyarankan memperbaiki pola tidur yang baik dan benar. Jaga tubuh agar tidak terlalu lelah, makan dan minum yang cukup, dan buat kondisi tubuh serta tempat tidur senyaman mungkin. Jangan pergi tidur dalam kondisi mood buruk, marah, atau kesal. Coba baca buku, dengarkan lagu-lagu kesukaan, atau nyalakan lilin aromaterapi agar suasana hati tenang saat ingin tidur.
Cobalah menggerakan anggota tubuh yang memungkinkan untuk digerakan seperti jari-jari atau lidah. Gerakan secara terus-menerus, hal ini dilakukan untuk memaksa tubuh agar segera bangun dari tidur sepenuhnya.
Tapi kalo sudah terjadi ada beberapa tindakan yang bisa kamu dicoba.
Pertama, cobalah untuk menarik nafas yang panjang dan dalam agar terlepas dari kelumpuhan tidur tersebut. Ketika sleep paralysis terjadi biasanya mata tetap dapat terbuka dan melihat sekitar. Oleh karena itu, fokuslah dalam menggerakkan mata Anda.
Kedua, usahakan untuk tidak panik. Cobalah untuk merilekskan tubuh Anda dan tetap tenang.

Tidak ada komentar

Omah Psikologi

Halaman

Entri Populer