CURHAT : CINTA POSESIF KEKASIHKU TELAH MEMBELENGGU HIDUP KU
Saya seorang perempuan usia 25 thn (karyawan swasta). Saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang pria. Hubungan kami sudah berlangsung selama 7 tahun (dari SMA kelas 3, berlanjut sampai kuliah, hingga kini saya bekerja), namun dengan kondisi putus nyambung. Usia kami saat ini sama-sama 25 tahun. Usia dimana sudah cukup layak jika kami menikah. Namun saya masih meragukan dia. Karena dia sangat posesif.
Ketika saya kuliah, kebetulan saya kuliah di luar kota sehingga mengharuskan kami untuk Long Distance Relationship. Dia bahkan sampai naik pesawat bolak-balik dari Jakarta sampai kota tempat saya kuliah, hanya untuk mengawasiku. Hingga saya merasa tidak nyaman, karena tugas kuliah juga banyak banget, nggak mungkin kan saya bersama dia terus. Kami sering bertengkar, karena sifatnya yang membuatku merasa risih. Dia bahkan sering stalking status-statusku di medsos. Nyari info ke temen saya dengan siapa saya berteman, nggak boleh ini itu, bahkan aku harus laporan sedang ada dimana, dengan siapa, bahkan untuk meyakinkan dia, terkadang saya harus menunjukkan foto dimana saya berada saat ini, dll. Sampai-sampai temen-temenku merasa tidak nyaman dengan ke kepo annya dia terhadapku.
Alasan dia melakukan ini karena dia sayang sama saya dan tidak mau saya sama orang lain, katanya dia merasa gila jika tidak sama saya. Bagi saya ke posesifan nya sangat menggangguku. Saya merasa terkekang dengan sikapnya. Saya takut jika suatu saat kami menikah, dia masih seperti itu. Tapi disatu sisi dia itu sosok yang sangat Royal ke padaku dan keluargaku. Bahkan ketika aku diluar kota pun dia rajin berkunjung ke rumah untuk sekedar menemui ibuku dan mengajak ibuku makan diluar.
Yang menjadi pertanyaan, apa yang sebaiknya aku lakukan dengan sifatnya yang posesif ? dan Bagimana baiknya dengan hubunganku, apakah harus dilanjutkan atau dicukupkan, karena saya merasa tidak nyaman dengan sifat posesifnya. Terimakasih
Jawab:
Hai Sahabat Omah Psikologi, semoga kamu sehat dan senantiasa tercukupi oleh kasih sayangNya. Terimakasih ya, sudah sharing di omah psikologi tentang kisah hidupmu.
Setelah saya membaca cerita yang Mbak bagikan pada kami, saya mengerti perasaan yang mbak rasakan. Cinta itu muncul sebagai dorongan untuk melestarikan sesuatu atas dasar ketertarikan emosional. Cinta yang datang akan selalu diikuti rasa memiliki serta hasrat menjaga dan melindungi. Jika rangkaian rasa itu terganggu, muncul pertahanan diri untuk melindungi apa yang dimiliki. Cinta itu membuat kita berkembang bukan malah menghentikan. Semuanya akan menjadi rumit ketika cintamu membatasi ruang gerak dan perasaanmu.
Buat Mbak yang sedang merasa terbelenggu dalam sebuah hubungan yang posesif, keinginan untuk keluar dari hubungan tersebut mungkin sering menghampiri. Meskipun Mbak sendiri tahu bahwa Mbak merasa tidak nyaman dengan hubungan tersebut, namun realitanya mengakhiri hubungan itu terkadang tidak mudah.
Memiliki pasangan yang posesif bisa jadi akan membuat Mbak merasa sangat dipedulikan dan merasa dikekang dalam waktu yang sama. Pasangan yang posesif seakan mendirikan tembok batas untuk semua ruang gerak juga perasaan Mbak.
Melakukan sebuah hubungan berarti harus siap berupaya untuk senantiasa belajar saling memahami satu dengan yang lain. Berhadapan dengan kekasihnya mbak yang posesif tentu bukan hal mudah. Mbak harus berdamai dulu dengan diri mbak sendiri, mulailah dengan memaafkan pasangan. Sampaikan dengan cara yang baik bahwa mbak sangat tidak nyaman dengan sikapnya. Ingat ya, komunikasi/penyampaian yang baik dengan pasangan adalah kunci utama dalam menjaga hubungan. Ngobrol lah dari hati ke hati, saling menyampaikan keinginan masing-masing, ini salah satu cara agar mbak bisa menemukan solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi terhadap pasangan. Karena bisa jadi keposesifan pasangan mbak itu bukan suatu pilihan baginya, tapi mungkin ada masa lalu yang menyebabkan dia seperti itu.
Namun jika sudah berbagai upaya dilakukan, dan pasangan mbak tetap seperti itu yaa silahkan mbak mengambil tindakan tegas, karena hubungan semacam itu yang berlarut-larut akan tidak sehat. Selain itu, keputusan tersebut juga membantu kalian agar saling bangkit melakukan kebaikan-kebaikan yang lain, menuju kehidupan ke depan yang jauh lebih positive dan produktif.
Demikian yang dapat saya sampaikan.Tetap semangat, ya Mbak. Mungkin saat ini semua sedang tidak baik-baik saja, tapi percayalah bahwa setelah ini semua akan menjadi lebih baik. Setiap pengalaman yang sedang dialami akan mendewasakan dan membuatmu menjadi lebih bijaksana.
Salam,
Omah Psikologi.

Terimakasih infonya gan sangat bagus sekali.... yuk mari > universitas psikologi langsung aja....
BalasHapus- Identitas Diri dalam Psikologi
- Cinta Menurut Ilmu Psikologi
- Teori-teori untuk Penyesuaian Diri