//

CURHAT: NENEK KU TELAH TIADA, KU SENDIRI MENATAP SEPI

Share:

Gua sakit typhus, gua kira keluarga bakal shock dan merawat gua. Gua malah disuruh masuk kerja. Selama gua sakit, keluarga engga pernah merawat gua, gua disuruh masak dan buat makanan sendiri, ga ada yang ngingetin gua buat minum obat, ga ada yang perhatian ke gua. 

Gua selalu nangis sendiri, merasa batin tersiksa banget, gua selalu kangen nenek gua, nenek yang selalu ada saat gua duka, saat gua sakit, nenek yang lebih perhatian daripada orang tua gua sendiri.

Gue merasa ga pernah dipeduliin sama keluarga, sedangkan adik-adik gua selalu diperhatiin kalau mereka sakit, diingetin makan dan minum obatnya. Gua bikinin mereka makan tetapi saat gua sakit, gua melakukan apa pun sendiri.

Sejak nenek meninggal, ibu gua jadi lebih agresif. Segalanya masalah sepele gua yang dimarahin. Akhirnya gua lebih senang berada di luar rumah, hang out bersama teman-teman gua.

Gua harus gimana?


Gambaran: Wanita, usia 21 tahun

JAWABAN OMAH PSIKOLOGI
Terima kasih telah mempercayakan kepada kami untuk berbagi cerita.
Setelah menyimak cerita kakak, kami mengetahui perasaan kakak saat ini sedang sedih, kecewa, bingung, dan dilema. 
Kami mengamati adanya kecemburuan kaka pada adik-adik kakak. Orang tua lebih memerhatikan adik kakak daripada kakak karena kakak adalah anak pertama yang menjadi penopang untuk adik-adiknya. 
Apakah kakak sudah mencoba untuk berterus-terang kepada ayah-ibu tentang perasaan kakak selama ini? Perasaan kakak yang belum terpenuhi, kakak membutuhkan perhatian. Cobalah untuk mendekati ibu dan berkata kepadanya akan perasaan kakak yang sesungguhnya, ungkapkan kepada ayah dan ibu bahwa kakak juga butuh perhatian mereka walaupun kakak sudah dewasa.
Sebaiknya, kakak jangan menghindar dari permasalahan di rumah dengan cara hang out bersama teman-teman, karena dikhawatirkan untuk jenis masalah yang lebih besar lainnya kakak akan menggunakan cara penghindaran. Mulailah belajar untuk menghadapi masalah bukan dengan menjauhinya.
Jika kakak dan ayah-ibu telah menjalin baik hubungan komunikasinya, kakak pergi bersama teman-teman dengan perasaan nyaman dan tenang bukan karena merupakan suatu bentuk pelarian dari masalah kakak di rumah.

Salam, 
Omah Psikologi

Tidak ada komentar

Omah Psikologi

Halaman

Entri Populer