Saya dipaksa ibu saya untuk menikah dengan pria pilihannya. Saya enggan mematuhi perintah ibu saya untuk menikah dengan lelaki pilihanya. Saya telah mencintai pria lain dan begitu sebaliknya. Namun, hubungan kami tidak direstui. Ibu saya jauh lebih memilih pria pilihannya untuk menikah dengan saya. Saya tidak menyukai pria pilihan ibu, karena ia tidak sholeh. Ibu mengancam saya apabila tidak mau menikah dengan pria pilihannya, saya akan diusir dari rumah dan tidak dianggap menjadi anaknya lagi. Lalu bagaimana yang harus saya lakukan?
Gambaran: pekerja wanita, usia 25 tahun
JAWABAN OMAH PSIKOLOGI
Terima kasih telah memberikan keperceyaan kepada Omah Psikologi
Setelah kami membaca cerita anda, kami tahu pasti anda sedang merasakan kegundahan. Pasti berat ketika menghadapi atau disuruh memilih dua hal yang paling terpenting dan sangat berpengaruh dalam hidup. Pernikahan adalah suatu hal yang sakral dan tidak dapat dijadikan permainan karena harapan manusia hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup. Oleh karena itu, jangan sampai salah memilih pasangan untuk teman hidup anda.
Apakah anda telah bertanya kepada ibu tentang apa saja jaminan yang akan diberikan oleh pria pilihannya jika anda menikah dengannya? Anda harus dapat memastikan apakah pria tersebut baik dan sesuai kriteria yang anda harapkan. Cobalah untuk menjelaskan dengan baik kepada ibu bahwa anda telah memiliki pria ang mencintai anda dan juga sebaliknya. Selesaikan dan berbicaralah dengan baik, bersama ibu, ajak orang-orang terdekat ibu untuk memberikan saran atau dukungan atas anda yang tidak ingin menikah dengan pria pilihan ibu. Menikah hanya sekali dalam seumur hidup, jangan sampai anda menyesali terhadap pilihan yang tidak diinginkan oleh anda.
Terima kasih telah berbagi,
Salam,
Omah Psikologi

Tidak ada komentar