//

Yang Katanya Sama Apa BERBEDA (PROBLEMATIKA PACARAN)

Share:

Yang Katanya Sama Apa BERBEDA

                                                   (PROBLEMATIKA PACARAN)     



Tri wibowo pratama putra

Dalam kehidupan remaja jaman sekarang tak akan lepas dari yang namanya perjalalanan percintaan, menurut salah satu lagu penyanyi Indonesia jika hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, kehidupan ini hanya monoton seperti itu. Pacaran dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang sikap dan perilaku pasangan satu sama lain, pasangan dapat belajar bagaimana cara mempertahankan hubungan dan bagaimana mendiskusikan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi (Degenova & Rice).

Remaja memulai pacaran kebanyakan dikarenakan mereka mengaku sudah cocok dan memiliki banyak kesamaan, tapi apakah iya yang katanya sama itu tidak berbeda? Alasan memiliki kesamaan tersebut menjadi buah simalakama bagi mereka yang berpacaran karena jika dipahami lebih dalam individu tersebut mempunyai banyak perbedaan dan hal yang membuat mereka bersatu akan membuat mereka terpisah. Lalu bagaimana tinjauan psikologi tentang perbedaan laki-laki dan perempuan?

Jika dilihat dari gender, gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam peran, fungsi, hak, tanggung jawab, dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai sosial, budaya dan adat istiadat dari kelompok masyarakat yang dapat berubah menurut waktu serta kondisi setempat. Tanggung jawab dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai sosial, budaya dan adat istiadat dari kelompok masyarakat yang dapat berubah menurut waktu serta kondisi setempat. Gender dan jenis kelamin itu menurut persepsi banyak orang itu sama namun pada hakiatnya berbeda

Perbedaan gender dengan jenis kelamin



Jenis Kelamin (Seks)
Contoh kodrati
Gender
Contoh Bukan Kodrati
Peran reproduksi kesehatan berlaku sepanjang masa.
Peran sosial bergantung pada waktu dan keadaan.
Peran reproduksi kesehatan ditentukan oleh Tuhan atau kodrat.
Peran sosial bukan kodrat Tuhan tapi buatan manusia.
Menyangkut perbedaan organ biologis laki-laki dan perempuan khususnya pada bagian alat-alat reproduksi.
Sebagai konsekuensi dari fungsi alat-alat reproduksi, maka perempuan mempunyai fungsi reproduksi seperti menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui; sedangkan laki-laki mempunyai fungsi membuahi (spermatozoid).
Menyangkut perbedaan peran, fungsi, dan tanggungjawab laki-laki dan perempuan sebagai hasil kesepakatan atau hasil bentukan dari masyarakat.
Sebagai konsekuensi dari hasil kesepakatan masyarakat, maka pembagian peran laki-laki adalah mencari nafkah dan bekerja di sektor publik, sedangkan peran perempuan di sektor domestik dan bertanggung jawab masalah rumahtangga.
Peran reproduksi tidak dapat berubah; sekali menjadi perempuan dan mempunyai rahim, maka selamanya akan menjadi perempuan; sebaliknya sekali menjadi laki-laki, mempunyai penis, maka selamanya menjadi laki-laki.
Peran sosial dapat berubah:
Peran istri sebagai ibu rumahtangga dapat berubah menjadi pekerja/ pencari nafkah, disamping masih menjadi istri juga.
Peran reproduksi tidak dapat dipertukarkan: tidak mungkin peran laki-laki melahirkan dan perempuan membuahi.
Peran sosial dapat dipertukarkan
Untuk saat-saat tertentu, bisa saja suami dalam keadaan menganggur tidak mempunyai pekerjaan sehingga tinggal di rumah mengurus rumahtangga, sementara istri bertukar peran untuk bekerja mencari nafkah bahkan sampai ke luar negeri menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Membuahi
Bekerja di dalam rumah dan dibayar (pekerjaan publik/produktif di dalam rumah) seperti jualan masakan, pelayanan kesehatan, membuka salon kecantikan, menjahit/ tailor, mencuci pakaian/loundry, mengasuh dan mendidik anak orang lain (babbysitter/ pre-school).
Menstruasi
Bekerja di luar rumah dan dibayar (pekerjaan publik di luar rumah).
Mengandung/ hamil
Bekerja di dalam rumah dan tidak dibayar (pekerjaan domestik rumahtangga) seperti memasak, menyapu halanam, membersihkan rumah, mencuci pakaian keluarga, menjahit pakaian keluarga.



Jika dilihat dari ulasan diatas dapat diambil kesimpulan kesamaan sntar individu itu mengapa setelah lama bisa berubah karena banyak hal yang membentuk baik dari perempuan maupun laki-lakinya. Factor lingkungan, kebudayaan dan teman sepergaulan juga sangat berpengarus dalam hal tersebut. contohnya saja sepasang kekasih yang awalnya merasa memiliki banyak kesamaan kemudian silaki-lakinya pergi merantau dan saat pulang dia jauh berbeda dari sebelumnya.

Daftar pustaka

DeGenova, M.K & Rice, P.P. 2005. Intimate Relationship, Marriages, and Families, New York: MC Grow-Hill.

Puspitawati, H. 2012. Gender dan Keluarga: Konsep dan Realita di Indonesia. PT IPB Press. Bogor.

Tidak ada komentar

Omah Psikologi

Halaman

Entri Populer