//

Autisme pada Anak dapat dikenali melalui tanda ini :

Share:

Autisme pada Anak dapat dikenali melalui tanda ini : 


Oleh: Lestari – 14 April 2018
Tepat 12 hari yang lalu, Senin (2/4/18), seluruh masyarakat di dunia memperingati World Autism Awareness Day. Momen yang tepat untuk meningkatkan kesadaran, memberi perhatian, dan mencurahkan kasih sayang kepada teman maupun saudara yang dengan gangguan autis.
Terlepas dari apapun, orang tua harus ekstra hati-hati dan mengawasi perkembangan anak. Secara global, jumlah kasus autisme terus meningkat. Statistik menunjukkan, satu dari lima puluh anak didiagnosis autisme sebelum delapa tahun. Menurut American Academy of Pediatrics, gejala dini autisme sudah diketahui sejak usia 18 bulan.
Menurut dr. Karin Wiradarma, autisme merupakan suatu kelompok kelainan pada anak yang terdiri dari gangguan interaksi sosial, kesulitan dalam komunikasi verbal dan nonverbal, perilaku repetitif, dan ketertarikan terhadap hal-hal tertentu yang tidak lazim. Penyebab autisme hingga kini masih abu-abu. Meski demikian, para pakar telah menyimpulkan beberapa hal yang diduga menjadi penyebab autisme :
1.      Kelainan genetik dan kromosom.
2.      Infeksi rubela selama kehamilan.
3.      Usia ibu saat hamil di atas 40 tahun.
Berikut tanda-tanda anak yang menderita autisme, menurut American Academy of Pediatrics:
1.      Anak tidak menoleh ketika dipanggil namanya.
2.      Anak tidak menoleh ketika ayah dan bundanya memintanya untuk melihat ke arah suatu benda yang menarik.
3.      Anak jarang mengoceh atau belum mengoceh setelah usia 12 bulan.
4.      Anak terlambat tersenyum jika merespon sesuatu.
5.      Anak belum mengucapkan sepatah katapun settelah 16 bulan.
6.      Anak belum dapat menyusun dua kata setelah 24 bulan.
7.      Anak tidak suka menjalin kontak mata dengan orang lain.
8.      Anak lebih suka benda keras seperti pulpen, senter, daripada boneka, selimut, dan bantal.
9.      Anak kampak kurang tertarik dengan interaksi sosial, baik dengan teman sebaya maupun orang dewasa.  
10.  Tidak ada kontak mata jika diajak berbicara.
Dalam rangka hari peduli autis se-dunia yang bertepatan pada tanggal 2 April, Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo mengadakan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya membagi bunga di Alun-alun Purworejo dalam acara Car Free Day (CFD). Kegiatan ini sudah terselenggarakan 2 kali yaitu pada tahun 2017 dan 2018. Adapun tema yang diangkat dalam acara tersebut adalah “Flowers for Autism”. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat awam apa itu autis dan mensetarakan anak-anak autis bahwa mereka sama seperti anak-anak normal pada umumnya.
Selain kegiatan membagi-bagi bunga, diadakan juga kegiatan pembubuhan tanda telapak tangan sebagai bentuk kepedulian terhadap autis. Selain mahasiswa, acara tersebut dihadiri Kepala Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo yaitu Ibu Itsna Iftayani, M.A



Tidak ada komentar

Omah Psikologi

Halaman

Entri Populer